Risiko Kurangnya Pengawasan Orang Tua dengan Penggunaan Internet Anak

Risiko Kurangnya Pengawasan Orang Tua dengan Penggunaan Internet Anak

Apakah anda memiliki tingkat keraguan yang sama? Atau anda merasa lebih santai saat meninggalkan anak anda dengan ponsel di tangannya, membiarkannya menjelajahi internet tanpa perlindungan orang tua?, Suka atau tidak suka, dunia online bisa menjadi tempat yang sangat berbahaya bagi anak anda untuk menjelajah sendiri.

Apa yang Sangat Berbahaya di Dunia Online?

Secara umum, ada dua jenis risiko bagi Penggunaan Internet Anak jika tidak diawasi di dunia online. Risiko pertama menyangkut jenis konten yang tersedia di Internet. anda dapat menemukan konten yang tidak pantas dalam game kekerasan, video YouTube, platform streaming dengan materi dewasa. Selain itu, tanpa pengawasan orang tua di Internet, anak anda dapat menjadi target penindasan maya atau pelecehan dunia maya dari orang lain secara online.

Risiko kedua menyangkut pengaruh fisik dan mental dari penggunaan internet terhadap perkembangan anak anda. Jika anak anda bermain Dota 2 lebih dari 5 jam per hari, ada risiko mata tegang, pergelangan tangan tegang, dan cedera lainnya. Dengan mata terpaku pada layar, anak-anak memiliki aktivitas fisik yang berkurang yang akibatnya dapat menyebabkan anak obesitas.

Pengawasan Orang Tua di Internet

Studi terbaru dan terlengkap tentang aktivitas online anak yang dilakukan oleh EU Kids Online. Ini adalah jaringan penelitian multinasional, yang berupaya meningkatkan pengetahuan tentang peluang, risiko, dan keamanan online anak-anak. Untuk berita terbaru telkomsel, lihat di daftar harga internet tsel.

Karena penggunaan internet (di sini, proporsi anak-anak yang online setiap hari dengan ponsel mereka) meningkat di suatu negara, demikian pula jumlah rata-rata aktivitas online. Persentase anak-anak yang melaporkan bahwa mereka merasa terganggu atau kesal di internet adalah dari 7% menjadi 45%.

Apa Saja Risiko Kurangnya Pengawasan Orang Tua dengan Penggunaan Internet Anak?

Kesimpulan umum dari penelitian ini adalah bahwa anak-anak tidak dapat mengembangkan ketahanan jika mereka dilindungi dari segala bentuk risiko. Selain itu, perlindungan semacam itu sering kali dicapai dengan juga membatasi peluang online anak-anak. Kita bisa belajar banyak dari negara-negara dimana anak-anak menghadapi banyak risiko, tetapi lebih sedikit bahaya. Di negara-negara tersebut, dampak besar aktivitas online anak-anak memiliki mediasi orang tua dan pengaturan platform yang lebih baik.

Pengganggu Dunia Online

Perhatian utama orang tua kita ketika kita masih muda, adalah bahwa anak-anak mereka bisa menjadi sasaran perundungan di sekolah atau di taman bermain. Tapi anak-anak merasa aman di rumah.  Anak-anak bisa menjadi korban perundungan bahkan saat mereka di rumah. Cyberbullying adalah bentuk baru dari bullying yang mencakup pelecehan sosial dan verbal serta ancaman fisik dengan penggunaan teknologi dalam beberapa cara.

Proporsi anak-anak yang pernah menjadi korban perundungan dunia maya berkisar antara 7% dan 40%. Di kebanyakan negara, lebih dari 20% anak mengalami viktimisasi. Tidak ada perbedaan gender yang substansial dalam viktimisasi atau agresi. Untuk berita terbaru telkomsel, lihat di perpanjang masa aktif kartu tsel.

Dalam Penggunaan Internet Anak, Kebanyakan anak yang menjadi korban atau penyerang mengatakan bahwa ini terjadi hanya secara sporadis. Tetapi penting untuk mempertimbangkan bahwa insiden sporadis tersebut mungkin juga berdampak signifikan pada kesejahteraan anak-anak. Artinya, konsekuensi dari perilaku ini bisa bertahan lama.