Jangan Stres Menghadapi Postmatur, 4 Hal ini Bisa Membuat Anda Lebih Tenang

Jangan Stres Menghadapi Postmatur, 4 Hal ini Bisa Membuat Anda Lebih Tenang

Postmatur atau kelahiran bayi yang terlambat pada usia hamil 42 minggu belum ada kontraksi memang mengkhawatirkan sehingga membuat ibu yang mengalaminya gelisah. Padahal pada masa ini kondisi janin dalam kandungan sudah maksimal dan bisa dikatakan siap dilahirkan.

Namun, seringkali postmatur terjadi karena beberapa faktor dan hal ini termasuk wajar. Sebagian besar wanita yang mengalami hal ini akan merasa gelisah dan khawatir sehingga menjadi stres. Dalam kondisi ini, sebaiknya ibu tidak merasa gelisah dan lebih santai menghadapi keadaan.

Ketahui Hal-hal Berikut Agar Tenang Hadapi Postmatur

Agar tidak mengalami stres yang justru akan membahayakan ibu dan janin, ketika Anda menghadapi masalah postmatur ini cobalah lebih santai karena dalam beberapa kasus hal ini memang biasa terjadi. Selain itu, ketahui hal-hal berikut agar perasaan Anda tetap tenang menghadapi postmatur:

1.     Perkembangan Janin di Usia 42 Minggu

Pada masa kehidupan 42 minggu dalam perut ibu, janin sudah mencapai ukuran panjang 53 scm dan berbobot kurang lebih 3,5 kg. Perkembangan janin sudah maksimal karena sudah melewati hari perkiraan lahir (HPL).

Kondisi ini bisa dikatakan normal apabila kelahiran lewat 1-2 minggu lebih awal atau lama sehingga tidak perlu kekhawatiran berlebihan. Bayi yang lahir melewati HPL cenderung memiliki kulit berkerut dan kering karena lapisan pelindung sudah lepas. Namun, hal ini akan berangsur membaik beberapa hari setelah kelahiran.

2.     Makanan yang Harus Diperhatikan

Ketika Anda mengalami hamil 42 minggu belum ada kontraksi perlu lebih memperhatikan makanan karena masih perlu mendukung perkembangan janin di dalam kandungan. Sangat dianjurkan untuk mengonsumsi pisang dan kurma.

Kedua buah tersebut mengandung asam hyaluronic dan potasium tinggi yang dapat memperlancar proses persalinan. Kedua zat ini terbukti secara medis dapat meminimalkan kemungkinan preeklampsia.

3.     Perubahan Tubuh pada Ibu di Usia Kehamilan 42 Minggu

Di masa trimester terakhir masa kehamilan ukuran perut ibu akan sangat besar dan menyulitkan saat ingin bergerak. Ibu juga akan merasakan nyeri panggul dan sering buang air kecil. Hal ini wajar karena sudah semakin mendekati dengan saat kelahiran.

Pada masa kelahiran yang terlambat ini setiap saat ada kemungkinan akan mengalami tanda persalinan seperti keluar lendir serta flek atau perdarahan. Oleh sebab itu, Anda dan keluarga harus selalu siap untuk berangkat ke rumah sakit atau klinik bersalin untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diharapkan.

4.     Lakukan Pemeriksaan ke Dokter

Sebenarnya, kondisi postmatur ini adalah kejadian normal. Setidaknya, ada 2% ibu yang mengalaminya. Ketika bayi belum lahir padahal HPL sudah lewat, maka sudah saatnya memeriksakan ke dokter. Dengan melakukan pemeriksaan akan mengetahui bagaimana kondisi bayi dalam kandungan.

Dengan pemeriksaan dan pertimbangan dokter mungkin saja akan diambil tindakan melakukan operasi agar ibu dan bayi tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengetahui perkembangan janin di usia hamil 42 minggu belum ada kontraksi dan hal lain yang perlu dilakukan pada kondisi tersebut amat penting. Sebab akan memberikan Anda ketenangan sehingga terhindar dari stress yang mungkin akan membahayakan ibu dan janin.