Ajukan KPR, Perhatikan Hal Ini Sebelum Buat Simulasi

Ajukan KPR, Perhatikan Hal Ini Sebelum Buat Simulasi

Memilih Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR memang membutuhkan strategi khusus untuk mendapatkan yang terbaik. Tak sekadar memilih rumah saja, Anda juga harus melihat pengembang dan menandatangani kontrak jual beli dan KPR. Di BTN Properti, semua memang sudah dipermudah. Namun, sebelum lakukan simulasi, baiknya perhatikan hal ini!

  1. Besarnya Plafon Kredit yang Diberikan

Salah satu hal yang harus Anda perhatikan ketika memilih mengajukan KPR dan sebelum melakukan simulasi pembayaran adalah melihat besarnya plafon kredit yang diberikan. Carilah informasi mengenai berupa dana yang Anda butuhkan untuk mengajukan KPR. Di BTN sendiri, Anda bisa memilih produk KPR sesuai dengan syarat yang Anda penuhi.

Mau kredit rumah, apartemen hingga ruko, semua bisa. Untuk plafon kredit yang diberikan besarannya juga berbeda-beda. Ada puluhan juta hingga milyaran rupiah. Besaran plafon yang Anda dapatkan akan disesuaikan dengan rumah atau hunian yang Anda KPR-kan nanti.

  1. Perhitungan Suku Bunga

Selain mempertimbangkan besaran plafon kredit, Anda juga harus mempertimbangkan suku bunga yang diberikan. Ada baiknya Anda tidak langsung tergoda KPR yang menawarkan suku bunga yang rendah. Pastikan Anda mengetahui cara perhitungan suku bunganya lebih dulu sebelum memutuskan untuk mengambil KPR tersebut.

Secara umum, bunga KPR dibagi menjadi dua jenis. Bunga flat alias tetap setiap kali membayar dan bunga floating atau mengambang yang didasarkan pada suku bunga di pasar uang domestik dan internasional.

Anda bisa meminta simulasi tabel cicilan pada pihak bank BTN untuk menunjukkan perkiraan besaran cicilan bulanan yang harus Anda bayarkan dan sistem suku bunga yang digunakan.

  1. Masa Pinjaman KPR

Mayoritas bank memberikan masa pinjaman KPR hingga 15 tahun. Namun, di BTN Anda bisa menemukan masa pinjaman hingga 25 tahun. Anda bisa memilih masa pinjaman KPR sesuai dengan kemampuan Anda dalam melunasi pinjaman. Bila And amemilih untuk memperpanjang masa pinjaman, maka cicilan akan lebih sedikit setiap bulannya.

Namun, bila Anda memilih untuk lebih memperbanyak cicilan yang harus dibayar setiap bulan, maka tenor yang akan dikenakan pada Anda biasanya lebih singkat. Kalau Anda mampu, ada baiknya memilih pilihan yang kedua alias tenor yang tak terlalu panjang sehingga tidak membebani keuangan Anda dalam jangka waktu yang lama.

  1. Lamanya Proses Pengajuan

Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam usaha wujudkan rumah imajinasimu adalah melihat berapa lama proses pengajuan yang dibutuhkan. Pada umumnya, proses pengajuan KPR ini berlangsung antara 2 minggu hingga satu bulan lamanya. Ada baiknya, pilih yang cepat dan syarat yang dibutuhkan tak banyak.

Dengan begitu, Anda tak usah ribet ke sana-sini untuk memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan. Kalau mau lebih mudah, Anda bisa ambil KPR di BTN melalui portal BTN online saja. Di sini, Anda bisa mengajukan KPR kapan saja dan di mana saja baik melalui PC ataupun ponsel.

Lamanya proses pengajuan cukup singkat. Setelah mengajukan pinjaman, Anda hanya tinggal menunggu persetujuan saja. Hanya saja, bila Anda meminjam melalui portal KPR online ini, tahap yang bisa dilalui hanya sampai tahap persetujuan saja. Bila pinjaman Anda disetujui, maka Anda tetap harus datang ke bank BTN terdekat dari rumah yang dipilih.

Tujuannya tentu saja untuk memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan. Kenapa harus ke bank BTN yang terdekat dari rumah yang di-KPR-kan, bukan dari tempat tinggal Anda sebelumnya? Sebab, sistem secara otomatis akan mengarahkan Anda ke bank BTN terdekat dari rumah yang dibeli untuk mempermudah proses.

  1. Biaya Administrasi

Tak sampai di situ saja, Anda juga harus memperhatikan biaya administrasi yang dikenakan pihak bank. Biaya yang satu ini seringkali dianggap remeh oleh para peserta yang mengajukan KPR. Biaya administrasi ini ada banyak. Ia terdiri dari biaya provisi, biaya administrasi bank, biaya notaris dan biaya PPAT.

Selain itu, Anda juga harus membayar biaya pengecekan sertifikat, biaya pengikatan jaminan, biaya balik nama serta biaya asuransi jiwa kredit dan kerugian kredit. Semua ini harus Anda pertimbangkan dan perhitungkan lebih dulu sebab bila dijumlahkan, dana yang harus Anda bayarkan lumayan besar.

Bukan hanya itu saja, Anda juga harus mempertimbangkan biaya pelunasan lebih awal atau pinalti bila seandainya Anda mampu melakukan pelunasan lebih awal. Oleh sebab itu, Anda bisa pilih BTN sebagai bank penyedia KPR terbaik yang menerapkan biaya administrasi yang terjangkau serta pinalti yang ringan bila terjadi pelunasan lebih awal.

  1. Pertimbangkan Penghasilan

Tentu saja, Anda juga harus mempertimbangkan penghasilan yang Anda miliki juga sebelum melakukan pengajuan pinjaman KPR. Ini adalah yang paling penting dilakukan mengingat hal ini akan sangat berpengaruh dengan keuangan Anda. Dalam hal ini, melakukan kalkulasi sebelum mengajukan KPR sangat penting.

Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui berbagai biaya yang telah disebutkan sebelumnya sehingga bisa menentukan apakah KPR tersebut cocok untuk Anda. Paling tidak, Anda bisa mengalokasikan 30% dari gaji yang Anda miliki per bulannya untuk membayar cicilan KPR dan cicilan lainnya. Tidak disarankan lebih dari itu karena bisa ganggu keuangan Anda.

Nah, dari beberapa poin di atas, Anda harus menghitungnya benar-benar lebih dulu untuk mengetahui apakah Anda sanggup mengambil KPR. Tenang saja, di BTN Anda bisa pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dengan pilihan masa tenor yang berbeda pula. Mau membeli rumah tapak hingga apartemen dan ruko, Anda bisa pilih BTN sebagai solusi.