3 Ciri Bayi Diare Karena Susu Formula yang Wajib Diketahui Bunda

3 Ciri Bayi Diare Karena Susu Formula yang Wajib Diketahui Bunda

Demi memenuhi gizi bayi, pemberian susu formula sering dijadikan pilihan. Sayangnya, tidak semua bayi mampu menerima laktosa yang ada dalam susu tersebut. Pada bayi yang memiliki intoleransi laktosa, akan timbul berbagai reaksi salah satunya diare. Agar tidak salah mengenali, berikut tiga ciri bayi diare karena susu formula yang membedakannya dengan diare karena penyebab lain.

Apa Saja Ciri Bayi Diare Karena Susu Formula?

  1. Tekstur Feses Lebih Cair

Pada keadaan normal, feses bayi yang sudah mengonsumsi susu formula memiliki tekstur yang keras. Namun, feses akan berubah menjadi sangat cair saat terkena diare. Terutama yang disebabkan oleh intoleransi laktosa. Jadi Anda harus mengenali dengan baik jenis feses bayi. Karena jika penyebabnya berbeda maka akan teksturnya pun akan mengalami perbedaan   walaupun sedikit.

Saat menghadapi hal tersebut, Anda jangan panik dulu. Pastikan bayi mendapat asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. Apabila usianya sudah melebihi 6 bulan, berikanlah makanan padat secara perlahan. Contohnya pisang, roti kering, kentang rebus, dan bubur. Cairan oralit juga dapat membantu meredakan diare dengan dosis cukup setengah cangkir saja.

  1. Frekuensi BAB Meningkat

Saat bayi sudah diberikan susu formula, biasanya hanya akan BAB satu kali dalam sehari. Sedangkan saat masih mengonsumsi ASI, BAB bisa sampai delapan kali sehari. Anda perlu waspada kalau frekuensi BAB bayi menjadi lebih sering dari keadaan normal. Karena kemungkinan, si kecil terkena intoleransi laktosa yang ada di dalam susu formula.

Sebagai penanganan pertama, coba pijat bagian perut bayi secara perlahan. Usap dengan gerakan yang searah jarum jam. Gunakan juga minyak pijat khusus bayi yang memiliki efek menghangatkan dan menenangkan. Pijatan tersebut dapat membantu melancarkan kembali pencernaannya. Hindari memberikannya obat diare. Sebaiknya ganti saja dengan sirup atau oralit sesuai petunjuk dokter.

  1. Feses Berlendir

Lendir yang ada pada feses bayi, bisa jadi sebagai tanda dia alergi susu formula. Apalagi jika dibarengi dengan muntah dan tubuhnya yang lemas. Biasanya reaksi seperti ini baru muncul setelah 1 atau 2 hari setelah meminum susu formula. Sedangkan reaksi yang bisa langsung muncul adalah ruam merah pada bagian pipi, sekitar bibir, dan pipi.

Feses berlendir yang dibarengi dengan darah, perlu Anda waspadai. Gejala tersebut menunjukkan kalau alergi bayi sangat serius. Penuhi asupan cairan dan makanan padat sebagai pertolongan pertama. Namun, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut. Jangan dulu beri susu formula pada anak. Ganti saja dengan ASI karena kandungan dalam ASI dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan.

Sebenarnya, ciri bayi diare karena susu formula sama dengan diare pada umumnya. Hanya saja, ada perbedaan dalam tiga hal. Pertama adalah tekstur feses, kedua adalah frekuensi yang tidak wajar dan terakhir munculnya lendir yang kadang diikuti darah pada feses. Cairan oralit, sirup, dan tablet zinc masih diperbolehkan untuk meredakan diare. Namun, hindari memberikan obat khusus diare.